Masjid Raya Sumbar Bergaya Modern
MASJID Raya Sumatera Barat megah dan modern ini dibangun di tanah seluas 40.343 meter di ujung Jalan Khatib Sulaiman, Padang, di depan kantor PT Telkom. Masjid raya ini memiliki konsep memadukan antara rumah ibadah dengan ruang pendidikan, bisnis, dan hiburan yang Islami.
Seluruh bangunan akan memiliki lantai dasar seluas 11.829 meter persegi dimana terdapat pelataran parkir, toilet dan tempat wuduk, serta perpustakaan dan museum.
Di atasnya berdiri masjid dua lantai dengan lantai atas berupa Mezzanine sebagai ruang shalat wanita seluas 1.832. Ruang shalat utama sendirinya luasnya 4.430 meter persegi yang akan menampung 6.000 jemaah.
Arsitektur masjid terkesan modern dengan penonjolan gonjong rumah adat Minangkabau dengan sebuah menara runcing di depannya dan dinding atap bermotif songket tembus pandang.
Atapnya lebih menyerupai selembar kain yang dipegang empat orang di keempat sisinya.
Di belakang bangunan masjid berdiri dua blok bangunan. Dua bangunan ini dijadikan madrasah (setingkat SD dan SLTP), ruang pelatihan, ruang seminar, dan ruang konsultasi. Selain itu juga ada fasilitas komersil yang berisi toko-toko, restoran, dan lapangan olahraga.
Sebagian areal juga dijadikan taman dengan fasilitas tempat bermain dan playgrup.
Masjid Raya Sumbar mengadopsi konsep mesjid Muhammadiyah yang tak melulu identik dengan kubah dan dipadu dengan aktivitas ekonomi dikerjakan PT Total Bangun Persada Tbk dengan konsultan perencana PT Penta Rekayasa.
Pengerjaan dilakukan dua tahap. Tahap I pekerjaan persiapan, pengurugan tanah, dan pembangunan struktur bangunan dengan anggaran Rp100 miliar dari dana APBD Provinsi.
Tahap II pembangunan bangunan mesjid berikut arsitekturnya serta bangunan penunjang, pekerjaan lansekap dan pertamanan. Dana tahap dua ini diperkirakan Rp500 miliar yang rencananya dari bantuan masyarakat dan dunia usaha.
Masjid yang sudah dikerjakan sejak Januari 2009 ini direncakan rampung pada 2010. Sebanyak Rp120 miliar dana APBD Sumbar sudah dikucurkan, di antaranya Rp10 miliar (2007), Rp50 miliar (2008), dan Rp60 miliar (2009)







