Peringatan Keras KPI Terhadap Indosiar dan TPI
Nah Akhirnya keluar juga peringatan Komisi Penyiaran Indonesia terhadap beberapa stasiun TV yang menayangkan program reality show ajang pencarian bakat. Hasil diskusi dengan Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan kelompok masyarakat lain, KPI Pusat menilai penayangan program tersebut mengganggu
Dalam Surat Peringatan No 177/K/KPI/ 04/08 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberikan peringatan keras terhadap tayangan program televisi berupa ajang kompetisi bernyanyi secara langsung (live) “Mamamia Show” dan sejenisnya (“Star Dut” dan “Super Seleb Show”) yang mengganggu ibadah sholat Maghrib yang wajib dilaksanakan umat Islam
“Selain mengganggu penonton di rumah, KPI pusat juga mendapatkan keluhan bahwa di studio Indosiar tidak disediakan tempat shalat untuk penonton acara reality show tersebut, ” kata Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja dalam surat yang dilayangkan ke PBNU, Selasa(15/4).
Berdasarkan pemantau, tayangan kompetisi bahkan dimulai sebelum waktu shalat maghrib tiba dan berakhir hingga larut malam. Indosiar hanya memberikan jeda waktu untuk adzan maghrib beberapa menit saja, kemudian acara dilanjutkan kembali.
Kalaupun dipersiapkan tempat shalat, pihak Indosiar tidak mungkin bisa menampung ratusan penonton yang hadir, sambil menyiapkan tempat berwudhu sekaligus. Sementara itu, banyak di antara keluarga peserta dan para penonton yang hadir tampak berbusana muslim dan dipancing untuk bersorak sorai pada menit-menit shalat maghrib yang sangat pendek sekitar 65 menit.
KPI meminta pihak Indosiar memindahkan jam tayang ”Mama Mia Konser” dan program ajang kompetisi sejenis pada pukul 19.00 waktu setempat. Selain itu, lanjut Sasa, jam tayang program tersebut juga dapat mengganggu waktu belajar anak-anak.
Bahkan, KPI beranggapan program pemilihan bakat itu masih menampilkan lelucon-lelucon kasar dalam dialog antara pembawa acara dan komentator.
KPI Pusat juga mengingatkan Indosiar untuk senantiasa memperhatikan peraturan-peraturan terkait isi siaran dalam Undang Undang Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran,
By the way….apa hanya ajang reality show saja yang menggangu ya, bagaimana dengan sinetron-sinetron, telenovela, atau iklan-iklan yang sering menampilkan adegan yang tidak layak untuk di publikasikan atau di pertontonkan di depan umum
, silahkan baca fatwa ulama menyikapi siaran-siaran televisi pada saat sekarang ini disini








hhmmm iyah…
emg klu d manut2 emg acara itu sebenernya yaahh… begitu hahahhahah….
yang jlas klu mnurutkuw… memang secara gak langsung dah ngebuat org2 dirumah unga juga pada asik nongkrong dpan tipi…
padahal gak berguna-guna amat… selaen ngakak gak jlas karena mcx yg suka pura bego
kasian…
tapi sudahlah begitulah cara org cari duit..
… tapi maap secara unga, unga gak suka acara ini… bikin pusing…. dan yg paling ngeselin klu ibu dah maksa unga supaya ikutan nonton….
gigit ibu….
saluuut… untuk KPI. setelah mencekal beberapa artis yang seronok itu, sekarang dah mulai merhatiin jam tayang acara TV. sekalian aja diprotes isi acara TV yang nggak jelas ujung pangkalnya itu kali ya… Biar keluarga kita nggak selalu nonton tontonan yang nggak sehat setiap harinya. maju terus KPI, demi generasi kita dimasa yang akan datang !!!
btw, boleh di copas ke blog meri nggak da ????
udateddi -> silahkan mer…
Akhirnya kena juga TV yang tidak kreatif ini!
Begitulah kita sekarang.Jamannya orang pada keblinger dan hingga lupa yang haq.
Repotnya kalau dah ada konflik begini….? capa yang suka..?
Tentunya penjual berita yang suka adu domba,cupaya britanya laku keras…
ma’ap.
Kepekaan kita dah pada lunturrr…
hingga lupa keislamannya dan yang diingat cuman kesenangan dan lupa amal ibadah dan larangan-larangannya.
Kami mohon sangat bagi cewek yang muncul di layar kaca pada acara tersebut “JANGAN MENGENAKAN JILBAB” soalnya kan dah jelas jelas meninggalkan dan menunda sholat 5 waktu.
Asslamu’alaikum…
Selain yang diuraikan di ateh, awak jugo mandugo suatu hal yang lebiah parah… Bukan berarti ane su’uzhan samo Indosiar yo…
Awak tagaduah samo pengisi acara tersebut yang nda tegas gendernyo. Seolah-olah dengan adonyo acara tu, berarti masyarakat melegalkan “homo”. iko paralu jadi kewaspadaan lho… Baa ka indak, dewan jurinyo si ivan yang na’uzubillah kalo mancaliak parangainyo, ditambah pulo si ruben n eko nan ?????
Sebagai masyarakat yang peduli awak harus benar2 melek media.. dima2 ce kini GSM (bukan CDMA lho) alias “Gerakan Syahwat Merdeka” menurut istilah pak Taufik Ismail semakin menggila.
Wallahualam bishowab
Saya setuju dengan KPI, nampaknya ada metamorfosa kekerasan dan pornografi yang dibungkus sedemikian rupa dalam acara acara dengan nama dan bentuk lain. Semoga KPI tetap konsisten dan tegas dalam memberikan bimbingan pada stasiun2 TV. Sehingga moral dan iman bangsa kita tidak kedodoran dalam menghadapi era globalisasi. Ancaman dan gangguan ternyata bukan datang dari luar negeri saja tetapi bisa juga dari dalam neger. Salam kenal bro..